12 Perangkat dan Fitur Baru Meta di Connect 2026, dari Kacamata VR sampai Tamagotchi AI

5 mins read

Meta resmi memperkenalkan jajaran perangkat barunya dalam ajang tahunan Meta Connect 2026 yang digelar Rabu (23/9/2026).

Salah satu produk utamanya adalah Meta VR Glasses, kacamata realitas virtual (virtual reality/VR) berbobot sekitar 100 gram. Seluruh proses komputasinya ditangani puck, yaitu modul terpisah yang tersambung lewat kabel.

Meta juga merilis Ray-Ban Meta Audio, kacamata pintar pertamanya yang sengaja dibuat tanpa kamera, serta Ray-Ban Meta generasi ketiga dengan baterai yang lebih awet.

Ada pula perluasan pasar Meta Ray-Ban Display, sejumlah edisi khusus kacamata Meta Glasses, dan kolaborasi dengan Kylie Jenner serta Lisa Blackpink.

Di sisi perangkat lunak, Meta menghadirkan fitur penguat pendengaran yang sudah mendapat izin FDA, membawa agen AI Muse ke kacamatanya, dan memperkenalkan Muse Charm berbentuk gantungan kunci.

Berikut daftar perangkat dan fitur yang diumumkan Meta di Meta Connect 2026.

  1. Meta VR Glasses

Berbingkai paduan magnesium, Meta VR Glasses memakai lensa pancake, yaitu lensa berlapis yang memungkinkan bodi perangkat dibuat tipis. Meta menyebut bobotnya sekitar 100 gram, atau lima kali lebih ringan dibanding headset Meta Quest 3.

Layarnya memakai panel micro-OLED 5K beresolusi 2.412 x 2.288 piksel dengan refresh rate 120 Hz. Bidang pandang horizontalnya 70 derajat, lebih sempit dari Apple Vision Pro yang 100 derajat. Kacamata ini bisa menampilkan lingkungan sekitar lewat kamera (passthrough) dengan warna penuh, serta mendukung Dolby Vision dan audio spasial Dolby Atmos. Meta mengeklaim perangkat ini jadi produk VR pertama yang bersertifikasi IMAX Enhanced.

Puck komputasinya berbobot 300 gram. Di dalamnya ada chip Qualcomm Snapdragon Reality Elite, RAM 12 GB, dan memori 128 GB plus slot microSD. Meta menyebut baterainya tahan sampai tiga jam untuk memutar media resolusi tinggi dan mendukung pengisian cepat (fast charging) 45 watt.

Kacamatanya sendiri dibekali enam kamera luar dan empat kamera pelacak mata. Perangkat ini dibuka lewat pemindaian iris.

Saat rilis, ada 75 game yang bisa dimainkan hanya dengan gerakan tangan. Semua game Quest tetap bisa dijalankan memakai kontroler Touch Plus, sementara Xbox Cloud Gaming memungkinkan bermain lewat streaming.

Kacamata ini juga bisa disambungkan ke PC Windows atau Mac lengkap dengan keyboard serta touchpad virtual, termasuk mengubah permukaan datar jadi papan ketik. Untuk panggilan video di WhatsApp dan Zoom, tersedia avatar hologram.

Meta AI di dalamnya bisa dipanggil lewat suara, pelacakan mata, atau gerakan tangan.

Beat Games menyebut Beat Saber mendapat pembaruan terbesar sepanjang sejarahnya pada musim semi 2027, termasuk pelacakan tangan tanpa kontroler, mode Flux, dan 35 lagu. Pelanggan Disney+ di sejumlah negara bisa menonton film 3D seperti The Avengers dan Black Panther mulai November 2026.

Untuk siaran olahraga, Meta menggandeng ESPN, MLB, NBA, NBC Sports, TNT Sports, dan UFC untuk lebih dari 100 tayangan langsung per tahun, sebagian dengan kualitas 8K.

Meta VR Glasses dibanderol 1.300 dollar AS (sekitar Rp 23,4 juta). Perangkat ini baru tersedia pada musim semi 2027.

  1. Ray-Ban Meta Audio

Kacamata pintar pertama Meta yang sama sekali tidak dibekali kamera ini dinamai Ray-Ban Meta Audio. Tanpa kamera, perangkat ini tidak bisa dipakai memotret maupun merekam video.

Bobotnya 43 gram. Kacamata ini mengandalkan asisten suara AI untuk memutar musik, mendengarkan podcast, dan menerima telepon. Meta menyebut baterainya tahan sampai 12 jam sekali isi, ditambah 48 jam cadangan dari case pengisi daya.

Ujung gagangnya bisa disetel, bantalan hidungnya bisa diganti, dan engselnya dibuat lentur. Pilihan gayanya Clubmaster dan Burbank, dengan 23 kombinasi warna dan lensa, termasuk opsi lensa resep.

Ray-Ban Meta Audio dijual mulai 349 dollar AS (sekitar Rp 6,3 juta), dengan pre-order dibuka 23 September 2026 dan pengiriman dimulai 13 Oktober 2026.

  1. Ray-Ban Meta (Gen 3)

Meta menyebut Ray-Ban Meta generasi ketiga tampil lebih ramping dan kini punya tombol khusus untuk memanggil AI yang bisa diatur fungsinya. Daya tahan baterainya naik dari delapan jam menjadi sembilan jam.

Kacamata ini memakai enam mikrofon. Meta mengeklaim rangkaian mikrofon itu sanggup menekan suara bising di sekitar pengguna sampai lebih dari 90 persen. Kameranya beresolusi 12 MP dengan rekaman video 3K, dan nanti bisa merekam audio spasial Dolby Atmos. Ada juga fitur foto dinamis yang mengambil beberapa jepretan sekaligus supaya pengguna bisa memilih hasil terbaik.

Pilihan gayanya mencakup Aviator, Zena (cat-eye), dan Wayfarer dengan total 27 kombinasi lensa dan warna. Penyimpanan internalnya tetap 32 GB. Kapasitas itu kira-kira muat 1.000 foto atau lebih dari 100 video berdurasi 30 detik.

Ray-Ban Meta Gen 3 dijual mulai 449 dollar AS (sekitar Rp 8,1 juta) dan mulai dikirim 13 Oktober 2026 di Amerika Serikat. Menurut Meta, kacamata AI buatannya bakal menyambangi Polandia, Turki, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Indonesia pada akhir 2026. Harga dan tanggal pastinya belum diumumkan.

  1. Meta Ray-Ban Display

Meta Ray-Ban Display, kacamata pintar dengan layar di lensanya, dijual lebih luas dan masuk ke sejumlah pasar baru. Perangkat ini juga kebagian beberapa fitur baru.

Pengguna kini bisa mendapat petunjuk arah untuk bersepeda dan naik transportasi umum di AS serta Kanada. Arahannya mengacu pada penanda jalan di sekitar pengguna.

Ray-Ban Display juga mendapat avatar hologram untuk panggilan video, edit foto, rekaman Dolby Atmos, dan notifikasi ponsel yang muncul di layar. Dukungan panggilan WhatsApp mulai hadir pada akhir 2026 di AS.

Di AS, kacamata ini dibanderol 799 dollar AS (sekitar Rp 14,4 juta), sementara di Jerman, Prancis, dan Italia mulai 899 dollar AS (sekitar Rp 16,2 juta). Pre-order dibuka 23 September 2026 dan ketersediaannya menyusul 13 Oktober 2026.

  1. Meta Glasses Adventurer

Meta memperluas jajaran kacamata merek Meta Glasses lewat bingkai Adventurer.

Varian dasarnya berbingkai hitam dengan lensa abu-abu, dijual mulai 249 dollar AS (sekitar Rp 4,5 juta), dengan pre-order dibuka 23 September 2026 dan pengiriman mulai 23 Oktober 2026.

  1. Ray-Ban Meta Aviator milky beige

Ray-Ban Meta bergaya Aviator berwarna milky beige hadir sebagai edisi terbatas. Lensanya memakai teknologi Transitions yang gelap-terangnya menyesuaikan cahaya sekitar.

Banderolnya 579 dollar AS (sekitar Rp 10,4 juta). Kacamata ini dijual sebagai edisi terbatas dan Meta belum merinci ketersediaannya.

  1. Kolaborasi dengan Kylie Jenner dan LISA Blackpink

Meta menggandeng Kylie Jenner dan LISA Blackpink untuk merilis versi khusus Meta Glasses. Kolaborasi dengan Kylie Jenner menghadirkan pilihan warna Ivory.

Kedua edisi kolaborasi itu dijual seharga 399 dollar AS (sekitar Rp 7,2 juta). Meta belum mengumumkan kapan kacamata ini mulai dijual.

  1. Meta Fury

Bingkainya bening dengan lensa cermin. Meta Fury melengkapi daftar edisi terbatas kacamata merek Meta Glasses.

Harga maupun jadwal penjualannya belum diumumkan.

  1. Fitur penguat pendengaran

Meta memperkenalkan fitur penguat pendengaran (hearing enhancement) untuk kacamatanya. Fitur ini sudah mendapat izin dari otoritas obat dan makanan AS (FDA) dan ditujukan untuk orang dewasa dengan gangguan pendengaran ringan sampai sedang. Perkiraannya, ada 50 juta warga AS yang mengalami gangguan pendengaran.

Meta mengembangkan fitur ini dari mode Conversation Focus yang sudah ada di kacamatanya. Pengguna bisa memilih penguatan suara yang terfokus ke lawan bicara di depannya, atau menangkap suara dari segala arah.

Pengaktifannya lewat perintah suara “Hey Meta, start hearing enhancement”. Penyetelannya bisa dilakukan sendiri di rumah, tanpa resep dokter maupun kunjungan ke klinik.

Peneliti Meta menyebut fitur bantu dengar di kacamata ini digarap sekitar lima tahun. Menurut mereka, harganya jauh lebih murah dibanding alat bantu dengar konvensional yang bisa mencapai 1.600 dollar AS (sekitar Rp 28,8 juta).

Biayanya 149,99 dollar AS (sekitar Rp 2,7 juta) sekali bayar, atau tanpa tambahan biaya bagi pelanggan Meta One. Ada masa uji coba 30 hari sebelum pengguna memutuskan membeli. Fitur ini hadir di AS pada akhir 2026, dan biayanya bisa diklaim lewat FSA serta HSA, yaitu rekening khusus biaya kesehatan di AS.

  1. Muse di kacamata AI

Muse, agen AI pribadi Meta, akan masuk ke kacamata AI buatan Meta dalam beberapa bulan ke depan sehingga pengguna bisa memakainya tanpa membuka ponsel.

Muse bisa menanggapi apa yang sedang dilihat pengguna, punya mode suara untuk obrolan panjang, dan punya alamat email sendiri.

Daftar layanan yang bisa dihubungkan ke Muse juga bertambah, antara lain Walmart, Best Buy, Sephora, Ulta, Wayfair, Shop Pay, PayPal, Expedia, Instacart, Notion, GitHub, dan Box. Meta mengeklaim ada 1.500 developer yang mendaftar untuk menghubungkan layanan mereka ke Muse hanya dalam sepekan.

Meta mengeklaim Muse berjalan di mesin virtual terpisah untuk tiap pengguna sehingga isinya tidak bisa diakses Meta. Biaya tambahan untuk memakai Muse di kacamata belum diumumkan.

  1. Muse Charm

Muse Charm adalah perangkat kecil berisi agen Muse yang bisa digantung di kunci, mirip tamagotchi. Ukurannya mungil, tetapi dibekali layar mini, speaker, mikrofon, dan sensor sidik jari.

Meta menyebut semua kemampuan Muse, termasuk sistem suara dan avatar real-time, dimasukkan ke perangkat seukuran gantungan kunci. Harganya belum diumumkan dan detail lengkapnya baru menyusul pada akhir 2026.

  1. Audio balance dan mono audio

Selain penguat pendengaran, Meta menambahkan pengaturan keseimbangan audio kiri-kanan untuk kacamata AI-nya. Pengguna bisa mengatur sendiri porsi suara di telinga kiri dan kanan sesuai kebutuhan.

Meta menyiapkan opsi mono audio yang menyatukan saluran suara kiri dan kanan jadi satu. Jadwal ketersediaan kedua fitur ini belum diumumkan.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.