Xiaomi memastikan Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max akan dipasarkan secara global tahun ini, tidak lagi eksklusif untuk pasar China.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, lewat akun X pribadinya. Pengumuman ini muncul tak lama setelah kedua ponsel flagship tersebut diperkenalkan di China pada Rabu (23/9/2026).
Menurut Lei Jun, permintaan agar seri tersebut dijual di luar China sudah lama disampaikan pengguna global Xiaomi, dan permintaan itu kini dipenuhi. Ia menyebut Xiaomi 18 Pro Series dipasarkan secara global tahun ini.
Konfirmasi serupa datang dari Wakil Presiden sekaligus Kepala Pemasaran (CMO) Xiaomi Group, Xu Fei, lewat video singkat yang diunggah Xiaomi. Xu Fei menyebut Xiaomi 18 Pro Series akan dijual di pasar global tahun ini, dengan sejumlah kejutan tambahan.
Meski begitu, Xiaomi tidak merinci daftar negara tujuan maupun tanggal peluncuran global kedua ponsel itu. Pada seri Xiaomi 17, model Pro hanya tersedia di pasar China.
Akun X Xiaomi India hanya menyebut Xiaomi 18 Pro tanpa Pro Max. Xiaomi tidak menjelaskan status Pro Max di pasar tersebut.
Masuk Indonesia?
Dua ponsel Xiaomi berkode 2611FPNFAG dan 2609BPN61G tercatat di basis data Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kementerian Perindustrian RI.
Keduanya terdaftar atas nama PT Xiaomi Technology Indonesia sebagai ponsel 5G dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 37,84 persen.
Xiaomi belum mengumumkan nama dagang kedua perangkat itu. Namun kode 2609BPN61G mengarah ke Xiaomi 18 Pro Max, sementara 2611FPNFAG ke Xiaomi 18 reguler versi global. Kedua kode itu lebih dulu terlihat di daftar sertifikasi kawasan Eurasia (EEC).
Sejauh ini, kode yang mengarah ke Xiaomi 18 Pro justru belum ditemukan di P3DN. Padahal, varian inilah yang disebut langsung dalam pengumuman rilis global.
Belum jelas apakah Xiaomi 18 Pro akan menyusul didaftarkan. Bisa juga Xiaomi memang hanya menyiapkan Xiaomi 18 dan Xiaomi 18 Pro Max untuk pasar Indonesia.
Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) juga masih harus menerbitkan sertifikat Postel, yaitu izin perangkat telekomunikasi, sebelum ponsel itu boleh dijual di Indonesia. Hingga berita ini ditulis, Xiaomi Indonesia belum mengumumkan jadwal peluncuran maupun harga Xiaomi 18 Series.
Dua kamera 200 MP dan layar kedua di punggung
Xiaomi 18 Pro ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6. Sementara Xiaomi 18 Pro Max memakai Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 yang posisinya lebih tinggi.
Xiaomi 18 Pro ditawarkan dengan pilihan RAM 12 GB dan 16 GB, serta memori internal 256 GB, 512 GB, dan 1 TB.
Keduanya dibekali layar AMOLED dengan refresh rate yang bisa naik-turun otomatis di rentang 1-120 Hz dan kecerahan puncak hingga 4.000 nit. Bedanya ada di ukuran, yakni 6,4 inci untuk Xiaomi 18 Pro dan 6,9 inci untuk Pro Max.
Xiaomi 18 Pro juga mempertahankan layar kedua di bagian belakang. Panel AMOLED 2,7 inci itu punya refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan yang sama dengan layar depannya.
Di sektor kamera, kedua ponsel memakai konfigurasi yang sama. Kamera utamanya 200 MP Light Hunter 960, ditemani kamera telefoto periskop 200 MP dengan zoom optik 3,2x, serta kamera ultrawide 50 MP. Sistem kameranya menggunakan teknologi Leica. Untuk swafoto, tersedia kamera 50 MP di bagian depan.
Xiaomi juga menyematkan fitur layar privasi yang tertanam di panelnya. Xiaomi mengeklaim fitur itu membuat tampilan layar tidak mudah diintip dari samping.
Soal baterai, Xiaomi 18 Pro membawa kapasitas 7.000 mAh, sedangkan Pro Max 8.500 mAh. Keduanya mendukung pengisian daya cepat 100 watt.
Di China, Xiaomi 18 Pro dibanderol mulai 5.999 yuan (sekitar Rp 14 juta). Sementara Xiaomi 18 Pro Max dijual mulai 6.999 yuan (sekitar Rp 16 juta).
