/

Kelebihan dan Kekurangan Infinix Hot 70, HP Murah dengan Baterai 6.000 mAh

7 mins read

Infinix Hot 70 mengandalkan baterai 6.000 mAh, layar 120 Hz, dan tombol khusus untuk memanggil asisten AI. Ponsel kelas entry-level ini resmi dirilis di Indonesia pada Minggu (24/5/2026).

Ponsel ini sudah diulas sejumlah reviewer luar negeri, di antaranya seorang pengulas asal Inggris dan seorang pengulas asal Nigeria. Keduanya sama-sama menilai Infinix Hot 70 menawarkan banyak fitur untuk harganya, meski ada beberapa kompromi yang perlu diperhatikan.

Reviewer asal Inggris itu bahkan menyebut Hot 70 membawa sejumlah fitur desain yang belum pernah ia lihat di ponsel flagship. Di pasar internasional, ponsel ini dijual di bawah 150 dollar AS (sekitar Rp 2,5 juta).

Pengulas asal Nigeria punya penilaian serupa. Menurut dia, Hot 70 cocok untuk anak muda karena opsi kustomisasinya, baik di bodi maupun di antarmuka. Ponsel ini juga dinilai cukup kencang untuk aplikasi sehari-hari dan punya daya tahan baterai yang baik.

Di Indonesia, Infinix Hot 70 dijual mulai Rp 2 jutaan. Harganya sempat naik beberapa bulan setelah peluncuran.

Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan Infinix Hot 70?

Kelebihan Infinix Hot 70

1. Baterai besar dan fitur bypass charging

Infinix Hot 70 versi Indonesia dibekali baterai 6.000 mAh dengan pengisian daya 45 watt. Menurut pengulas asal Inggris, baterai ini bisa terisi penuh dalam sekitar satu jam.

Daya tahannya juga dinilai awet oleh pengulas asal Nigeria. Dari pemakaiannya, baterai Hot 70 cukup untuk seharian bagi pengguna dengan pemakaian sedang.

Ponsel ini juga punya fitur bypass charging lewat aplikasi bawaan X Arena. Saat fitur ini aktif, ponsel bisa dipakai bermain game sambil dicolok ke charger tanpa mengisi baterai, sehingga ponsel tidak cepat panas. Hot 70 juga mendukung reverse charging 10 watt untuk mengisi daya perangkat lain.

2. Bodi tipis tapi tangguh

Bodi Infinix Hot 70 setebal 7,49 mm dengan bobot 195 gram. Bagian belakang dan rangkanya terbuat dari plastik, dengan lapisan belakang yang sangat halus saat disentuh dan tidak meninggalkan bekas sidik jari. Layarnya juga sudah dilapisi pelindung layar sejak dari pabrik.

Meski tipis, ponsel ini mengantongi sertifikasi SGS 5-Star untuk ketahanan terhadap jatuh dan benturan, serta sertifikasi tahan debu dan air IP65. Menurut pengulas asal Nigeria, ponsel ini aman dipakai di bawah hujan dan tahan jatuh dari ketinggian 1,5 meter. Ia bahkan sempat mencelupkannya ke air dan ponselnya tetap berfungsi, meski Hot 70 tidak dirancang untuk itu.

3. Layar 120 Hz

Layar IPS LCD 6,78 inci milik Hot 70 sudah mendukung refresh rate 120 Hz, cukup tinggi untuk ponsel di kelasnya. Refresh rate-nya bisa berpindah otomatis antara 45 Hz, 60 Hz, 90 Hz, dan 120 Hz sesuai kebutuhan. Rasio layar ke bodinya mencapai 90,09 persen.

Kecerahan layarnya mencapai 700 nit dalam mode kecerahan tinggi (HBM), dengan kecerahan tipikal 560 nit. Menurut pengulas asal Nigeria, layar ini cukup untuk menonton konten dan terasa mulus saat dipakai.

4. Tombol One-Tap AI dan segudang fitur AI

Salah satu fitur yang paling menonjol adalah tombol One-Tap AI berwarna oranye di sisi bodi. Secara bawaan, sekali tekan akan membuka fitur Flash Memo, sedangkan tekan lama akan memanggil asisten AI Folax.

Dari menu asisten, pengguna bisa memilih model AI yang ingin dipakai, mulai dari DeepSeek, ChatGPT, Gemini, Meta AI, hingga Grok. Fungsi tombol ini juga bisa diganti lewat menu pengaturan, dan di aplikasi kamera ia bisa dipakai sebagai tombol rana.

Flash Memo mengambil tangkapan layar, menyimpannya, lalu menganalisis isinya. Jika fitur ini mendeteksi nomor telepon atau alamat email, pengguna bisa langsung menelepon atau membuka Gmail dengan sekali ketuk. Flash Memo juga bisa merangkum isi layar, sedangkan fitur Mind Hub membantu mengumpulkan dan meringkas informasi dari berbagai situs dan aplikasi.

Fitur AI lainnya mencakup impor jadwal kuliah ke kalender cukup dengan memotret jadwal, penghapus objek di galeri, serta perluasan gambar dengan AI. Folax juga bisa membantu mengerjakan tugas dengan memecah soal menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana.

5. Fitur unik untuk kelas harganya

Hot 70 punya lampu Active Halo di sekitar modul kamera yang bisa berfungsi sebagai indikator notifikasi. Pemindai sidik jarinya menyatu dengan tombol daya.

Ada pula fitur Ultralink untuk menelepon tanpa sinyal seluler lewat Bluetooth dalam jarak hingga 1,5 km. Syaratnya, lawan bicara juga harus memakai perangkat Infinix yang mendukung fitur ini. Fitur Instant Transfer juga memungkinkan pengguna berbagi file ke iPhone lewat NFC, dengan syarat iPhone memasang aplikasi Instant Transfer.

Varian Thermo Orange bahkan memakai lapisan belakang yang bisa berubah warna sesuai suhu, dari oranye gelap di suhu 0 derajat celsius hingga oranye terang di 65 derajat celsius. Dengan benda panas, seperti logam yang dipanaskan, stempel, atau lem tembak, pengguna bisa “menggambar” pola di punggung ponsel.

6. Software lancar dan update panjang

Hot 70 menjalankan XOS 16 berbasis Android 16. Infinix menjanjikan tiga kali pembaruan sistem operasi dan patch keamanan selama lima tahun, dirangkum dari kanal YouTube WhatGear dan Valor Reviews.

Antarmukanya dinilai lancar saat dipakai menggulir, berpindah aplikasi, maupun membuka dan menutup aplikasi. Pengguna bisa membuat tumpukan widget, mengubah ukuran ikon, dan memasang wallpaper dengan efek kedalaman. Selama pemakaian, pengulas asal Nigeria juga tidak menemukan iklan di ponsel ini.

Untuk keamanan, pengguna bisa mengunci aplikasi tertentu atau menyembunyikannya sepenuhnya. RAM juga bisa ditambah secara virtual hingga 8 GB.

Dari sisi performa, chipset MediaTek Helio G100 Ultimate dinilai cukup untuk aplikasi harian seperti WhatsApp, TikTok, dan Instagram. Game seperti PUBG Mobile dan Call of Duty: Mobile juga bisa dimainkan. Peluncur game bawaannya menyediakan mode performa serta pintasan tangkapan layar, perekam layar, dan pembersih memori.

Kekurangan Infinix Hot 70

1. Layar HD+ yang kurang terang di luar ruangan

Resolusi layar Hot 70 hanya HD+ (720 x 1.576 piksel), sehingga tampilannya tidak setajam layar Full HD+. Sebagai panel IPS LCD, warnanya juga kurang hidup, meski ada opsi untuk menambah saturasi di pengaturan layar.

Kecerahan layar juga menjadi catatan. Menurut pengulas asal Nigeria, tampilannya jelas di dalam ruangan, tetapi sulit dibaca di luar ruangan. Saat dilihat dari samping, layar juga tampak lebih gelap.

2. Bezel tebal dan speaker tidak seimbang

Bezel layar Hot 70, terutama bagian dagu, masih cukup tebal. Namun, mode gelap dan wallpaper bawaan disebut cukup membantu menyamarkannya.

Speaker stereonya juga tidak seimbang, karena speaker bawah terdengar lebih keras dibanding speaker atas.

3. Kamera biasa saja

Hot 70 memakai kamera utama 50 MP dengan bukaan f/1.85 dan kamera depan 8 MP. Keduanya bisa merekam video hingga 2K 30 fps. Jenis sensornya tidak disebutkan Infinix.

Menurut pengulas asal Nigeria, kamera depan dan belakang bekerja baik saat cahaya cukup, dan hasil foto potretnya lumayan. Ia menilai kualitas itu wajar untuk harga ponsel ini, tetapi pengguna perlu memastikan pencahayaan cukup untuk mendapat hasil terbaik.

4. Bloatware dan kustomisasi warna yang merepotkan

Seperti banyak ponsel murah lain, Hot 70 masih membawa sejumlah aplikasi bawaan. Sebagian bisa berguna, tetapi sebagian lainnya mungkin tidak dibutuhkan. Aplikasi-aplikasi ini bisa dihapus atau dinonaktifkan. Pengulas asal Inggris menilai jumlahnya tidak terlalu parah untuk ukuran ponsel murah.

Proses mengubah warna punggung varian Thermo Orange juga tidak mudah. Saat mencobanya, pengulas asal Inggris sempat gagal menggambar dengan lem tembak karena cuaca panas membuat bodi ponsel sudah berubah ke warna terang. Percobaan baru membuahkan hasil setelah memasukkan ponsel ke freezer, meski huruf yang ia tulis tidak terlalu jelas.

Beda pendapat kedua reviewer

Meski sama-sama menilai Hot 70 layak untuk harganya, kedua pengulas punya pandangan berbeda di sejumlah hal. Perbedaan paling tajam ada pada dukungan software.

Reviewer asal Inggris menilai janji tiga kali update OS dan lima tahun patch keamanan membuat uang pembeli sangat sepadan. Sebaliknya, pengulas asal Nigeria menduga varian RAM 4 GB tidak akan mendapat update software ke depan. Ia pun menyarankan calon pembeli memilih varian RAM 6 GB karena performanya juga lebih baik.

Soal layar, pengulas asal Inggris menilai kecerahan 700 nit sudah cukup bagus, dengan asumsi angka itu diukur di seluruh permukaan layar. Padahal, angka 700 nit merupakan kecerahan dalam mode HBM, sementara kecerahan tipikalnya 560 nit. Ia juga mencatat layar tampak lebih gelap jika dilihat dari samping, yang menurut dia bisa sedikit berfungsi seperti pelindung privasi. Pengulas asal Nigeria yang mencoba ponsel ini di luar ruangan justru kesulitan membaca layar.

“Saat dibawa ke luar ruangan, Anda akan kesulitan melihat isi layar dengan jelas,” ujar pengulas asal Nigeria.

Reviewer asal Nigeria juga menilai layar 720p kurang tajam dan warnanya kurang hidup. Meski begitu, ia mengakui hampir semua ponsel di kelas harga yang sama memakai panel serupa.

Penilaian keduanya soal game juga berbeda. Setelah mengaktifkan mode performa, pengulas asal Inggris menyebut PUBG berjalan sangat mulus.

“Sejauh ini gameplay-nya cukup solid, sangat mulus, jelas cukup bagus untuk PUBG,” katanya.

Sebaliknya, pengulas asal Nigeria lebih berhati-hati dan menilai PUBG hanya nyaman dimainkan di pengaturan grafis rendah hingga menengah, sehingga Hot 70 lebih cocok untuk gamer kasual.

“Anda tidak akan memenangi kompetisi gaming dengan ponsel ini, tetapi kalau Anda gamer kasual, ponsel ini akan membuat Anda tersenyum,” ujarnya.

Untuk audio, pengulas asal Inggris menilai speaker stereonya cukup bagus. Di telinga pengulas asal Nigeria, suaranya lumayan tetapi kurang kencang. Earphone bawaan juga dinilai berbeda. Pengulas asal Inggris menyukai posisi mikrofon earphone yang dekat dengan mulut sehingga pengguna tidak perlu bicara keras saat menelepon, sedangkan pengulas asal Nigeria berharap suaranya lebih kencang.

Fitur ubah warna Thermo Orange pun disikapi berbeda. Pengulas asal Inggris menyebutnya sangat menarik dan mencobanya sendiri, meski sempat gagal. Sementara itu, pengulas asal Nigeria menganggap prosesnya merepotkan.

“Membekukan ponsel lalu memanaskannya hanya untuk mengustomisasi itu merepotkan. Saya berharap prosesnya lebih sederhana,” katanya.

Keduanya sepakat soal kualitas case bawaan. Pengulas asal Inggris menyebut case semi-transparannya kaku dengan bumper di sekeliling sisi, sedangkan pengulas asal Nigeria menilainya premium dan pas di bodi.

Apakah sama dengan versi Indonesia?

Secara umum, spesifikasi unit yang diulas kedua pengulas sama dengan Infinix Hot 70 yang dijual di Indonesia. Keduanya memakai chipset MediaTek Helio G100 Ultimate, layar IPS LCD 6,78 inci HD+ 120 Hz, kamera utama 50 MP, kamera depan 8 MP, serta bodi setebal 7,49 mm dengan bobot 195 gram. Varian Thermo Orange yang bisa berubah warna juga dijual di Indonesia.

Perbedaan ada pada konfigurasi memori. Unit milik pengulas asal Nigeria memakai RAM 6 GB, dan di Nigeria Hot 70 dijual dalam varian 4/128 GB dan 6/256 GB. Di Indonesia, tersedia empat varian, yakni 4/128 GB, 6/128 GB, 8/128 GB, dan 6/256 GB.

Kapasitas baterai juga bisa berbeda antarnegara. Pengulas asal Inggris menyebut ada wilayah yang mendapat Hot 70 dengan baterai 5.600 mAh, sedangkan versi Indonesia memakai baterai 6.000 mAh.

Isi kotak penjualannya pun berbeda. Unit ulasan kedua pengulas menyertakan earphone USB-C, sedangkan isi paket penjualan di Indonesia yang diumumkan hanya mencakup adaptor 45 watt, kabel data, case pelindung, alat pembuka slot SIM, dan buku panduan.

Sejumlah fitur yang dijajal pengulas asal Inggris, seperti Ultralink, Instant Transfer, Mind Hub, dan pilihan model AI di asisten Folax, juga belum ditemukan dalam materi resmi Hot 70 versi Indonesia. Materi peluncuran di Indonesia hanya menyebut tombol One-Tap untuk FlashMemo dan asisten Folax, fitur AI Live Photo, serta bonus uji coba Google AI Plus selama tiga bulan. Ketersediaan fitur-fitur tersebut di Indonesia masih perlu dipastikan.

Sebaliknya, versi Indonesia punya fitur yang tidak dibahas kedua pengulas, yakni IR Blaster untuk mengendalikan perangkat elektronik rumah tangga. Jaringan Hot 70 versi Indonesia juga terbatas hingga 4G LTE.

Harga Infinix Hot 70

Di Indonesia, harga Hot 70 sudah naik sejak dirilis. Kenaikan paling terasa terjadi pada varian 4/128 GB dan 6/128 GB, seiring naiknya harga komponen memori.

Saat dirilis, Hot 70 dibanderol Rp 2.199.000 untuk varian 4/128 GB, Rp 2.699.000 untuk 6/128 GB, Rp 3.199.000 untuk 8/128 GB, dan Rp 3.399.000 untuk 6/256 GB.

Berikut harga resmi Infinix Hot 70 per September 2026:

Infinix Hot 70

  • 4/128 GB: Rp 2.499.000
  • 6/128 GB: Rp 2.999.000
  • 8/128 GB: Rp 3.199.000
  • 6/256 GB: Rp 3.399.000

Di Indonesia, Infinix Hot 70 tersedia dalam warna Night Pulse, Dive Blue, Silver Dancer, Green Texture, Quiet Violet, dan Thermo Orange. Paket penjualannya berisi adaptor 45 watt, kabel data, case pelindung, alat pembuka slot SIM, dan buku panduan.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.