4 Alasan Tidak Membeli Xiaomi 17T Pro dan 5 Kelebihannya

4 mins read

Xiaomi 17T Pro sudah beberapa bulan beredar di Indonesia sejak dijual mulai 6 Juni 2026. Ponsel ini membawa kamera hasil kolaborasi dengan Leica, chipset MediaTek Dimensity 9500, dan baterai 7.000 mAh.

Di sisi lain, Xiaomi 17T Pro juga tercatat sebagai ponsel seri T termahal yang pernah dirilis Xiaomi di Tanah Air. Hal itu disorot Putu Reza, pengulas gadget sekaligus pemilik kanal YouTube teknologi asal Indonesia, dalam video ulasannya setelah memakai ponsel ini.

Menurut Putu, kenaikan harga komponen yang makin tinggi tahun ini membuat Xiaomi tak lagi bisa menahan harga. Merek yang dulu dikenal lewat ponsel berspesifikasi tinggi dengan harga miring itu kini ikut menaikkan banderol supaya bisnisnya tetap berjalan.

Meski begitu, Putu menilai Xiaomi 17T Pro tetap menarik karena punya banyak fitur bagus dan harga yang masih cukup kompetitif di kelasnya. Unit yang ia ulas didapat dari toko Studio Ponsel dengan harga yang sudah turun dibanding saat rilis.

Soal layak tidaknya, Putu menyebut setiap orang punya standar sendiri. Namun ada beberapa hal yang menurut dia membuat ponsel ini unggul, sekaligus beberapa catatan yang patut ditimbang.

Lantas, apa saja alasan untuk meminang Xiaomi 17T Pro, dan kapan sebaiknya berpikir ulang?

Alasan membeli Xiaomi 17T Pro

1. Kamera Leica dengan telefoto 5x

Kamera menjadi nilai jual utama Xiaomi 17T Pro. Ponsel ini memakai tiga kamera belakang berlensa Leica Summilux, yakni kamera utama 50 MP dengan OIS, telefoto periskop 50 MP dengan zoom optik 5x dan OIS, serta ultrawide 12 MP. Kamera telefotonya juga mendukung foto makro dari jarak 30 cm dan AI Ultra Zoom hingga 120x.

Putu memuji karakter warna Leica Authentic yang menurut dia masih sulit dicari pembandingnya. Bagi yang lebih suka warna mencolok, tersedia opsi Vibrant. Hasil fotonya dinilai detail, cukup tajam, dengan dynamic range yang tidak terlihat dipaksakan dan kontras yang pas.

“Sebenarnya kalau secara hasil, ini udah setara lah untuk flagship tahun-tahun lalu,” kata Putu, dirangkum dari kanal YouTube Putu Reza.

Lensa telefotonya ia sebut sebagai salah satu yang terbaik di kelas ponsel non-flagship. Jarak optik 5x memang bukan yang paling jauh, tetapi tetap mampu menghasilkan kompresi latar yang padat. Zoom masih bisa didorong lebih jauh, meski hasil terbaik menurut Putu ada di batas 10x.

“Tapi menurut saya paling oke itu mentok di 10X lah,” ujarnya.

Di atas itu, misalnya 20x, campur tangan AI mulai terlihat jelas pada hasil foto.

2. Perekaman video yang fleksibel

Xiaomi 17T Pro bisa merekam video hingga 8K 30 fps dan 4K 120 fps. Putu menguji perekaman 4K 60 fps sambil berjalan dan mencoba zoom hingga 15x. Detail daun dan warna bunga masih terlihat di zoom 5x, lalu mulai berkurang di 15x.

Kamera depannya juga dinilai cukup baik. Saat diuji di luar ruangan pada siang hari, dynamic range-nya mampu menangkap bias biru langit serta highlight dan bayangan di pepohonan. Menurut Putu, stabilisasinya masih oke meski jitter kadang muncul.

Ponsel ini juga punya fitur dual recording untuk merekam kamera depan dan belakang sekaligus. Hanya saja, dalam mode ini pengguna tidak bisa berpindah lensa dan hanya bisa memakai lensa 1x.

3. Dimensity 9500 yang kencang

Chipset MediaTek Dimensity 9500 berfabrikasi 3 nanometer menjadi salah satu peningkatan yang disorot Putu dibanding seri T sebelumnya. Skor AnTuTu-nya menembus 3 juta, yang menurut dia menjamin ponsel lancar dipakai untuk berbagai keperluan.

“Kedua upgrade ini menurut saya menyenangkan sekali karena siapa juga yang nolak HP jadi lebih kencang dan baterainya lebih gede,” kata Putu.

Perbedaannya baru lebih terasa untuk pekerjaan yang lebih berat, misalnya menyunting video. Putu menjajal CapCut di resolusi 4K dan 1080p, dan proses edit serta render-nya cukup cepat. Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di setting terbaik juga berjalan lancar dengan frame rate di atas 60 fps.

4. Baterai 7.000 mAh dan pengisian 100 watt

Peningkatan kedua ada di baterai yang kini berkapasitas 7.000 mAh, naik 1.500 mAh dari Xiaomi 15T Pro. Generasi sebelumnya itu memakai baterai 5.500 mAh dengan pengisian daya 90 watt.

Xiaomi 17T Pro mendukung pengisian kabel 100 watt HyperCharge memakai charger bawaan, serta pengisian nirkabel 50 watt. Ponsel ini juga mendukung reverse charging 22,5 watt dan sudah bersertifikasi IP68.

5. HyperOS tanpa iklan

Pertanyaan yang kerap muncul dari calon pembeli ponsel Xiaomi adalah soal iklan di antarmuka. Di Xiaomi 17T Pro, Putu belum menemukan iklan yang mengganggu. Aplikasi apa pun dibuka dengan lancar tanpa iklan yang tiba-tiba muncul.

“So far aman banget. Saya belum menemukan iklan yang mengganggu selama pakai HP-nya,” ujar Putu.

Ia menilai HyperOS memang belum menjadi antarmuka terbaik, tetapi sudah semakin nyaman dengan animasi transisi yang lebih mulus. Xiaomi juga memberikan jaminan update yang cukup panjang.

Alasan untuk berpikir ulang

1. Cepat panas saat main game

Performa sebenarnya bukan masalah. Yang jadi catatan adalah suhu.

Saat bermain MLBB tanpa mode Wild Boost, frame rate Xiaomi 17T Pro sempat turun di tengah sesi, lalu naik lagi dan turun kembali. Menurut Putu, penurunan ini tidak akan terasa oleh pemain biasa karena masih di atas 60 fps. Wild Boost bisa membuat frame rate lebih konsisten, tetapi ponsel jadi lebih cepat hangat.

Hal serupa terjadi di Zenless Zone Zero yang beban grafisnya lebih berat. Game ini masih nyaman dimainkan di setting medium, tetapi tidak semulus yang diharapkan di setting high. Suhu bodinya mencapai sekitar 45-47 derajat celsius. Menurut Putu, ponsel ini tetap cepat panas jika dipakai lama, bahkan di ruangan ber-AC.

“Jadi mungkin bakal ada orang yang ngerasa keganggu sama hal kayak gini,” kata Putu.

2. Peningkatan dari 15T Pro tidak signifikan

Di luar chipset dan baterai, Putu melihat tidak ada peningkatan spesifikasi yang signifikan dibanding Xiaomi 15T Pro. Layarnya sama-sama AMOLED 6,83 inci 144 Hz, dan konfigurasi kameranya juga serupa, yakni kamera utama 50 MP, telefoto periskop 5x 50 MP, dan ultrawide 12 MP.

Ia menilai hal itu wajar karena kebanyakan orang tidak mengganti ponsel setiap tahun. Karena itu, Xiaomi 17T Pro lebih cocok untuk pengguna ponsel lama, seperti pemilik Xiaomi 14T yang sudah dua tahun dipakai.

“Sesuatu yang wajar sih sebenarnya, karena buat kebanyakan orang HP kan bukan barang yang harus diganti setiap tahun,” tuturnya.

Pengguna Xiaomi 15T non-Pro yang ingin naik kelas pun menghadapi pilihan sulit. Tahun ini, Xiaomi 17T standar untuk pertama kalinya kebagian kamera telefoto periskop 5x. Menurut Putu, hasil foto kedua ponsel tetap berbeda karakter, mulai dari lensa utama, ultrawide, hingga pemrosesan gambarnya.

3. Sejumlah detail kecil yang mengganjal

Kamera ultrawide oke dipakai saat cahaya mendukung, tetapi detailnya bukan yang paling tajam karena resolusinya lebih rendah dari dua kamera lain, terutama di kondisi minim cahaya. Kamera depan juga tidak mendapat sentuhan Leica, dan perekaman video masih kerap memperlihatkan jitter, apalagi saat cahaya minim.

Di sisi layar, panel OLED beresolusi 1.5K ini dinilai sudah bagus untuk multimedia. Namun mode warna bawaan Original Color Pro bisa terlihat kusam bagi sebagian orang, sehingga pengguna perlu menggantinya ke mode Vibrant.

Putu juga mencatat suara speaker di bagian earpiece terdengar lebih kecil dibanding speaker bawah. Masih ada pula sejumlah bloatware, meski bisa dihapus. Kecepatan pengisian daya maksimal 100 watt juga baru bisa didapat setelah diaktifkan lebih dulu di menu pengaturan.

4. Harga naik jauh dari generasi sebelumnya

Soal harga, Putu mengingatkan bahwa Xiaomi 14T Pro varian 512 GB dijual Rp 8.999.000 saat dirilis pada 2024, sedangkan Xiaomi 15T Pro varian yang sama dibanderol Rp 9.999.000 pada 2025.

Sementara itu, Xiaomi 17T Pro varian 512 GB dijual Rp 12.999.000 pada harga ritel awal. Artinya, harganya naik Rp 3 juta dibanding pendahulunya. Sebagai pembanding, Xiaomi 17T standar yang juga punya telefoto 5x dibanderol mulai Rp 8.999.000.

Berikut harga resmi Xiaomi 17T Pro di Indonesia:

Xiaomi 17T Pro

  • 12/256 GB: Rp 11.999.000
  • 12/512 GB: Rp 12.999.000

Xiaomi 17T Pro tersedia dalam pilihan warna Black, Deep Violet, dan Deep Blue. Ponsel ini bisa dibeli lewat Mi.com, Xiaomi Store, dan sejumlah marketplace.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.